Tugas Akhir DIII
UJI EFEKTIVITAS DAUN JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) UNTUK MEMATIKAN LARVA AECES AEGYPTI
Pengendalian nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit DBD banyak di tangani
menggunakan insektisida kimia yang dapat menyebabkan pencemaran bagi lingkungan,
dengan menggunakan insektisida alami seperti menggunakan bahan alami limonoida
yang terdapat di daun jeruk nipis dapat menggurangi penggunaan insektisida kimia.
Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jeruk nipis (Citrus
aurantifolia) terhadap kematian larva Aedes aegyti, penelitian ini eksperimen dengangan
menggunakan metode ekstraksi dengan cara infusa, dan mengetahui kemampuan ekstrak
daun jeruk nipis pada konsentrasi 15%, 30%, dan 45%.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan jumlah sampel 20 ekor
larva nyamuk Aedes aegypti Instar III dan IV, pengujian ini dilakukan setiap 3 kali dan
diamati setiap 6 selama24 jam.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan daun jeruk nipis dan
menggunakan larutan daun jeruk nipis selama 12 jam larva Aedes aegypti 20 ekor pada
masing-masing percobaan menunjukkan hasil bahwa menggunakan larutan daun jeruk
nipis jumlah rata-rata yang mati sebanyak 20 ekor (100%) .
Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan dari penelitian yang telah dilakukan eksrak daun jeruk nipis memiliki mortalitias (kematian) sebesar 100% menjadikan
larvasida alami dari ekstrak dan jeruk nipis cukup efektif untuk mencegah perkembangan hidup larva Aedes aegypti. Larutan daun jeruk nipis sebanyak 45% paling efektif
mematikan larva Aedes aegypti.
Masyarakat dapat menggunakan ekstrak daun jeruk nipis bersifat ramah lingkngan
karna merupakan produk sebagai alternatif penganti abate yang berasal dari bahan alami
untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.
| 2025.RIS.SN.14 | 2025.RIS.SN.14 | Perpustakaan Direktorat Poltekkes Mamuju (2025.SN.12) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain