Tugas Akhir DIII
"Gambaran Pola Asuh dan Pendapatan Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju"
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis
dan infeksi yang terjadi secara berulang yang terjadi dalam periode 1000 HPK (dari
kehamilan hingga anak berusia 2 tahun). Penyebab tidak langsung terjadinya stunting
yaitu pola asuh dan pendapatan ekonomi. Jika pola asuh ibu kurang atau tidak
memperhatikan balitanya dari kebiasaan makannya atau asupan inadekuat,
kebersihan, imunisasi, pemantauan pertumbuhan, anak akan lebih mudah mengalami
stunting. Jika keluarga dengan tingkat ekonomi rendah tidak memiliki fasilitas yang
memadai untuk anak dan orang tua tidak bisa memenuhi kebutuhan anak, akan
mempengaruhi pemilihan makanan biasanya menjadi kurang bervariasi dan sedikit
jumlahnya terutama pada bahan pangan yang berfungsi pada pertumbuhan anak
Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh dan pendapatan ekonomi
dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Galung
Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu
yang memiliki anak usia 24-59 bulan sebanyak 111 orang yang dipilih secara
accidental sampling. Kejadian stunting meliputi indicator, TB/U atau PB/U. Pola asuh
di ukur menggunakan Kusioner, sedangkan penpendapatan ekonomi menggunakan
UMK Kabupaten Mamuju melalui kusioner. Data stunting, pola asuh dan pendapatan
ekonomi di analisis secara deskriptif menggunakan SPPS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 49,5% balita stunting, 50,3% balita
normal, 40,5% pola asuh ibu baik, 54.1% pola asuh ibu cukup, 5,4% pola asuh ibu
kurang, 19.8% berpendapatan tinggi, 80.2% berpendapatan rendah. Sebesar 22,5%
balita dengan pola asuh baik dengan kejadian stunting yaitu normal, 27,0% balita
dengan pola asuh ibu cukup stunting mengalami stunting, 4,5% balita dengan pola
asuh ibu kurang mengalami stunting. Sebesar 42,3% Pendapatan ekonomi rendah
mengalami stunting, 8,1% pendapatan ekonomi tinggi mengalami stunting.
Bagi penelliti selanjutnya sebagai bahan referensi khususnya bagi yang berminat
lebih jauh meneliti tentang hubungan pola asuh dan pendapatan ekonomi dengan
kejadian stunting, perlu melakukan modifikasi variabel independen dan dependen,
sehingga lebih bervariasi dalam melakukan penelitian.
| 2025.AND.Gz.29 | 2025.AND.Gz.29 | Perpustakaan Direktorat Poltekkes Mamuju (2025.GZ.12) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain