Tugas Akhir DIII
"Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Ny. “V” dengan Kurang Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Tapalang, Kab. Mamuju 25 Januari s.d 18 April 2025 "
Di indonesia jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di
tahun 2023 meningkat menjadi 4.129. Target pemerintah penurunan AKI pada
tahun 2023, yaitu terjadi penurunan angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per
100.000 kelahiran hidup (AKI) tertinggi di indonesia. Berdasarkan data dinas
kesehatan Sulawesi Barat menujukkan bahwa ada 54 kasus kematian ibu dengan
berbagai macam penyebab. Terdapat dua utama penyebab utama kematian ibu di
indonesia yaitu penyebab tidak langsung di antaranya adalah anemia dan KEK.
Kurang gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan
dapat menimbulkan keguguran (abortus).
Kurang Energi Kronis merupakan salah satu masalah kekurangan gizi dan
merupakan masalah utama di negara berkembang. Kekurangan Energi Kronis
(KEK) pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan dan infeksi
yang merupakan faktor kematian utama ibu dan menimbulkan risiko BBLR pada
bayi. Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi dengan
lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm (Aprianti, 2018).Tujuan: Mampu
melaksanakan Asuhan Kebidanan kehamilan pada Ny.”V” di Puskesmas Tapalang
Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada 25 Januari s.d 18 April Tahun
2025 Metode: observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus hamil KEK.
Catatan perkembangan pasien dengan menggunakan teknik SOAP. Analisis data
dilakukan secara deskriptif berdasarkan standar asuhan kebidanan. Analisa: Ny
“V” G2P1A0 hamil 30 minggu 4 hari datang dengan keluhan Merasa mudah lelah,
pusing dan nafsu makan berkurang, BB 48 kg, LILA 22,5 cm. Klien diberitahukan
hasil pemeriksaan, dijelaskan dampak KEK bagi kehamilan, gizi seimbang, dan
dianjuran untuk rutin minum tablet Fe. Pada pemeriksaan kunjungan terakhir,
kondisi klien membaik, ditandai dengan berat badan menjadi 54 kg dan LILA 23,5
cm. Kesimpulan: Ny “V” mengalami perbaikan KU, peningkatan BB, dan LILA.
Tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan penatalaksanaan yang diberikan.
Sehingga masalah KEK ibu tidak menimbulkan komplikasi pada Kehamilannya.
Pemberian Asuhan kebidanan berkesinambungan melalui pengkajian,
diagnosis, penatalaksanaan, evaluasi, dan pendokumentasian efektif menangani
kasus KEK. Pengawalan perbaikan gizi yang optimal dapat meningkatkan kualitas
kehamilan. Diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya KEK
dan pentingnya asuhan kebidanan berkesinambungan.
| 2025.NUR.Keb.13 | 2025.NUR.Keb.13 | Perpustakaan Direktorat Poltekkes Mamuju (2025.KB.12) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain