Tugas Akhir DIII
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA Tn. S DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTTENG KABUPATEN MAMUJU
Latar Belakang : Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi akibat
penumpukan kristal monosodium urat karena peningkatan kadar asam urat dalam
darah. Penyakit ini ditandai dengan nyeri sendi, kekakuan, keterbatasan mobilitas,
serta meningkatkan risiko jatuh sehingga memengaruhi aktivitas sehari-hari. Oleh
karena itu, diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi
masalah keperawatan pada pasien gout arthritis. Tujuan : Studi kasus ini
bertujuan memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada Tn. S
dengan gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Botteng Kabupaten Mamuju.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan
proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi,
implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien dengan diagnosis
medis gout arthritis yang diberikan asuhan keperawatan selama 14 hari melalui
kunjungan rumah (home visit). Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian dan
implementasi keperawatan selama 14 hari melalui kunjungan rumah (home visit),
masalah nyeri kronis mengalami penurunan setelah pemberian kompres hangat
dan edukasi manajemen nyeri, dengan skala nyeri menurun dari 6 menjadi 3.
Gangguan mobilitas fisik mengalami perbaikan setelah dilakukan latihan Range of
Motion (ROM), ditandai dengan meningkatnya kemampuan menggerakkan
ekstremitas, kekuatan otot menjadi lebih baik, serta pasien mampu bangun dan
berjalan dengan bantuan minimal. Masalah risiko jatuh belum sepenuhnya
teratasi, namun tidak ditemukan kejadian jatuh selama periode asuhan
keperawatan. Kesimpulan: Pemberian intervensi keperawatan berupa kompres
hangat efektif menurunkan skala nyeri dari 6 menjadi 3, sedangkan latihan Range
of Motion (ROM) membantu meningkatkan mobilitas fisik pasien. Secara
keseluruhan, dua masalah keperawatan, yaitu nyeri kronis dan gangguan mobilitas
fisik, mengalami perbaikan, sementara risiko jatuh belum teratasi sepenuhnya
tetapi tidak terjadi insiden jatuh selama pelaksanaan asuhan keperawatan. Saran :
Studi kasus ini diharapkan menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, institusi
pendidikan, dan peneliti selanjutnya dalam meningkatkan kualitas asuhan
keperawatan pada pasien gout arthritis
Tidak tersedia versi lain