Tugas Akhir DIII
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGANrnDEMENSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMASrnTAMPA PADANG
Ayu Ashari¹, I Made Sudarta², Masnaeni Ahmad³,\r\n¹Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju\r\n2,3Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju\r\n*Email: ayuayu270604@gmail.com\r\nLatar Belakang: Demensia merupakan sindrom akibat penurunan fungsi kognitif\r\nyang ditandai dengan gangguan daya ingat, kemampuan berpikir, orientasi,\r\nbahasa, dan perilaku sehingga memengaruhi kemampuan lansia dalam melakukan\r\naktivitas sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi akibat proses degeneratif pada\r\notak dan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Menurut World Health\r\nOrganization (WHO), demensia merupakan salah satu penyebab utama disabilitas\r\ndan ketergantungan pada lansia di seluruh dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan\r\nuntuk memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan pada\r\nlansia dengan demensia melalui penerapan senam otak (Brain Gym) dalam\r\nmeningkatkan fungsi kognitif di wilayah kerja Puskesmas Tampa Padang.\r\nMetode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan\r\nproses keperawatan pada tiga klien lansia yang mengalami demensia. Asuhan\r\nkeperawatan dilaksanakan selama dua minggu dengan enam kali kunjungan\r\nrumah. Pengkajian dilakukan menggunakan instrumen Mini Mental State\r\nExamination (MMSE) dan Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ).\r\nHasil: Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh diagnosis keperawatan utama yaitu\r\ngangguan memori berhubungan dengan proses penuaan pada ketiga klien. Setelah\r\ndiberikan intervensi berupa latihan orientasi realitas, edukasi kepada keluarga, dan\r\npenerapan senam otak (Brain Gym) secara teratur, terjadi perbaikan kemampuan\r\nkognitif yang ditunjukkan dengan meningkatnya skor MMSE, menurunnya\r\njumlah kesalahan pada SPMSQ, serta meningkatnya kemampuan klien dalam\r\nmengingat informasi sederhana, mengenali waktu, tempat, dan orang, serta\r\nberkurangnya frekuensi lupa dalam aktivitas sehari-hari. Kesimpulan:\r\nPelaksanaan asuhan keperawatan melalui penerapan senam otak (Brain Gym)\r\nselama dua minggu menunjukkan adanya perbaikan kemampuan mengingat dan\r\norientasi pada ketiga klien lansia dengan demensia. Senam otak dapat digunakan\r\nsebagai salah satu terapi nonfarmakologis yang mendukung pemeliharaan\r\nkemampuan mental dan kemandirian lansia. Saran: Senam otak dapat diterapkan\r\nsecara rutin dengan melibatkan keluarga sebagai pendamping untuk membantu\r\nmempertahankan kemampuan kognitif lansia.
Tidak tersedia versi lain